Thursday, August 30, 2018

Es Kepal Milo Viral Rawalumbu

Siapa, sih, yang bisa menolak kalau disuguhin cemilan dingin seperti Es Kepal Milo Viral? Gue pun, yang waktu itu sedang ketat-ketatnya diet, tetap nggak bisa menolak ketika disodorin es ini di depan muka. Boro-boro hanya disodorin, sendok beserta isi-isinya sudah bertengger di depan mulut menunggu gue untuk mangap. "Buruan, mangap," kata Gavin, sedetik menuju protes karena tangannya pegal menunggu gue melahap onggokan coklat di sendok yang dia sodorkan. "Gue lagi diet," tolak gue tegas. "Buru!". Hap, lalu ku mangap~

Es Kepal Milo Viral Rawalumbu

Can you resist such temptation?

Beberapa bulan yang lalu, Es Kepal Milo Viral ini sedang viral-viralnya di Instagram. Otomatis, para pengguna media ajang pamer foto ini penasaran, dong. "Apa, sih, Es Kepal Milo Viral, itu?", "Kok, kayaknya enak banget.", "Eh eh, bisa beli di mana, nih?", "Itu Milo di apain kok bisa begitu bentukannya?" Setidaknya empat pertanyaan ini sempat beredar bagaikan bakteri di udara dalam perbincangan sehari-hari. Gue pun keracunan dan sempat melontarkan pertanyaan yang sama. Beberapa hari dilanda penasaran dan keinginan untuk menyicipi. Tapi, kok, jauh, ya? Cabang yang paling dekat di Tebet dan gue sangat teramat malas gerak. Sampai akhirnya sahabat gue, Anggita, mengabarkan bahwa dia membuka cabang Es Kepal Milo Viral di Rawalumbu, Bekasi. Cus, gue meluncur!

Waktu itu lagi hujan. Nggak deras, bukan rintik-rintik, anginnya cukup kencang dan agak dingin. Gue dan salah satu sahabat baik gue, Gavin, meluncur menuju TKP (Tempat Kejadian Penjual-Es-Kepal-Milo-Viral) bermodalkan uang seadanya dan aplikasi petunjuk jalan. Memang Bekasi itu ibarat labirin: berliku-liku dan susah ditebak mana ujungnya. Agak susah untuk mencari lokasi Es Kepal Milo Viral cabang Rawalumbu, karena letaknya agak di dekat perumahan penduduk, tapi akhirnya kami berhasil setelah dipandu oleh Ramdhan (pacar Anggita, yang adalah teman sekelas gue dan Gavin), melalui telfon. "Neng, beli, neng," teriak gue sambil membuka jendela mobil sesampainya di tempat mereka berjualan. 

Mari dibeli Es Kepal Milo-nya!

Hujan nggak membuat warga lokal, yang sama penasarannya seperti gue terhadap Es Kepal Milo Viral, berhenti membeli sajian dingin tersebut. Sesekali datang pasangan yang membeli satu porsi besar untuk suap-suapan berdua (bikin iri aja). Ada lagi datang segerombolan anak-anak SMP yang ingin ikut menyoba jajanan viral tersebut. Ada juga satu dua orang mas-mas paruh baya yang sepertinya baru pulang kerja dan ingin santapan dingin yang bisa mendinginkan otak. Dedek-dedek gemas dengan Ibunya pun nggak ingin kalah, mereka membeli beberapa porsi Es Kepal Milo Viral dengan ukuran kecil. Lalu, ada gue dan Gavin yang mau ikutan icip-icip, tapi malah buat onar di tempat jualan. 

Mesin penghancur es


Es Kepal Milo Viral adalah pelopor Es Kepal Milo pertama di Indonesia. Terdengar seperti bualan dan agak hiperbola, tapi memang begitu kenyataannya. Kelihatannya jajanan ini bisa dengan gampangnya dibuat di rumah, tapi belum tentu rasanya sama dengan apa yang Es Kepal Milo Viral sajikan. Sudah banyak, kok, es kepal Milo lain dengan nama merek yang berbeda yang membuka cabang di Indonesia dan sekitarnya. Tapi, buat gue, Es Kepal Milo Viral tetaplah nomor satu. 

Es Kepal Milo ini terdiri dari gelas plastik berisikan es batu hancur yang dibentuk menjadi bola (inilah maksud dari kata "kepal" di Es Kepal Milo, karena es batunya dikepal bulat layaknya kita mengepalkan tangan), disiram dengan Milo kental yang lumer dan sangat manis, kemudian ditaburi dengan beberapa topping andalan, yaitu biskuit coklat, kacang, dan bubuk Milo itu sendiri. Ukurannya ada dua, yaitu kecil yang seharga Rp10.000,00 dan besar yang seharga Rp15.000,00. 

Gue paling nggak tahan iman ketika kepalan es batunya disiram dengan ramuan Milo yang menjadi bintang utama dalam cemilan dingin ini. Asli, rasanya seperti bikin dosa. Mungkin ini yang dinamakan dengan food porn. 


Meskipun beberapa kali menolak saat mau disuapin oleh Gavin, akhirnya gue menyerah demi menyicipi dua suap. Nggak afdol kalau hanya nyendok bagian atasnya saja. Sendoknya harus benar-benar dibenamkan ke dasar gelas supaya esnya pun ikut tersendok. Kalau isi sendoknya sedikitpun bakal jadi kurang nendang, harus sampai agak luber dan semua topping-nya ikutan tersendok biar mantap. 

Hap~ 

Nyemilin Es Kepal Milo Viral itu bagaikan bikin dosa. You know it's, but you keep doing it anyway. Manisnya benar-benar manis, bahkan bagi gue yang doyan manis sekalipun. Kalian yang nggak doyan manis nggak usah coba-coba, deh, daripada hanya buang-buang uang. Gigi gue yang super sensitif ngilu mendadak dari dinginnye es dan manisnya ramuan Milo kental penuh dosa itu. Tapi, gue bohong kalau bilang nggak enak, karena memang enak. 

Mirip-mirip es campur, tapi bedanya ini bukan pakai sirup, ataupun potongan alpukat dan kolang-kaling. Nikmatnya sama. Dinginnya sama. Rasanya lebih mantap karena Milo itu memang enak dari sananya. 

Kalau kalian masih penasaran dengan Es Kepal Milo Viral dan belum sempat nyobain, mending sekarang buru-buru nyalain mobil kalian dan meluncur ke daerah Rawalumbu. Atau, kalau kalian berdomisili di Pekalongan, di Pekalongan pun buka cabang Es Kepal Milo yang sama. Nggak afdol kalau belum nyobain!

Get yours now!


Es Kepal Milo Viral Rawalumbu
Jl. Trisatya No. 662
Depan Novita Motor
Rawalumbu, Bekasi Timur


Roo Bake's Cream Tart for Ambar's Birthday

"Non, aku pesen hurufnya "A", "B", sama "L", ya. Ukurannya rada sedang gitu bisa, kan," tanya gue kepada Nona yang baru aja memulai bisnis online-nya. "Bisa, Kak. Aman," balasnya singkat. Dengan ini, semuanya aman. Kado udah, rencana kejutan udah, kue pun udah, pikir gue dalam hati. Lantas gue mengakhiri percakapan dengan Nona di Whatsapp dan melanjutkan penerbangan gue ke Kuala Lumpur, Malaysia, dengan hati yang tenang.

Ambar's Birthday Cream Tart from Roo Bake

Saat itu sore hari di Surabaya. Gue dan Anggita baru aja selesai merencakan kejutan untuk Ambar yang akan berulang tahun ke-24 di tanggal 13 bulan ini. Kurang lebih satu jam lamanya kami berkutat di telfon, memutar otak tentang kado apa yang harus kami berikan untuk Ambar, akan kami apakan si Ambar saat kami sampai di rumahnya, siapa aja yang bakal ikutan, pakai mobil siapa dan siapa aja yang akan menjemput gue di bandara, dan kue ulang tahun apa yang akan kami berikan untuk Ambar.

Sejujurnya, gue udah bosan dengan pemilihan kue ulang tahun yang itu-itu aja, dari toko kue yang itu-itu aja, belum lagi dengan pemilihan rasa kue bolu dan topping yang itu-itu aja juga. Gue coba mengingat-ingat kue apa aja dari toko kue mana yang kemungkinan Ambar akan doyan. Kue-kuenya Colette & Lola enak, tapi belinya harus ke Senopati dulu. Mix Fruit Cheesecake-nya Almond Tree enak, sih. Tapi, memangnya Ambar suka cake yang ada buah-buahnya? Gudang Rottie udah pasti nggak, ya, tolong. We all know the amount of sugar they put inside the cake is A-WHOLE-FREAKING-LOT. Ada Opera Cake yang enak banget, tapi, belinya di bakery di Doha, Qatar. Kayak nggak mungkin banget, ya. Terus apa, dong, pikir gue dalam hati.

Tiba-tiba terbesit gambaran kue buatan salah satu teman gue yang dia unduh di Instagram siang tadi. "Git, kuenya Nona aja," ucap gue. Balasan Anggita sederhana aja, "Hah, Nona?".

"Iya, gue baru inget Nona jualan kue, dia bikin sendiri kuenya. Cantik, kayak mille-fuille tapi bukan dari puff pastry. Mau, nggak," tanya gue untuk memastikan.

"Ih, boleh, tuh! Ya udah deh, Ket, kuenya dari Nona aja," balas Anggita. Selesai percakapan gue dengan Anggita, terjadilah percakapan gue dengan Nona seperti di awal cerita tadi.

Fluffy whipped cream at its' best

Nona adalah pacar sahabat baik gue sedari gue SMP, namanya Bernhard. Setelah gue hanya mendengar banyak cerita mengenai Nona dari Bernhard, suatu hari di Grand Indonesia, gue dan Nona nggak sengaja bertemu. Dari situ, kami berdua berteman baik. Untungnya selera humor Nona sama recehnya sama gue, jadi nggak butuh waktu lama untuk gue bisa klop dengan dia.

Nona yang berkecimpung dalam dunia perhotelan, ternyata doyan bikin kue sedari dia kecil dan di awal bulan Agustus ini dia membuat akun di Instagram dengan nama roobake.id, yang menyajikan kue-kue hasil bikinan tangannya sendiri. "Personalized Cream Tart," terpampang dengan cantiknya di biodata akun Instagram tersebut. Siapa yang nggak tergiur, coba? Mau bentuk huruf? Bisa. Mau bentuk angka? Bisa banget. Mau bentuk yang lain? Bisa juga! You name it. Untuk ulang tahun Ambar, gue dan Anggita memutuskan untuk memesan kue dengan inisial namanya: "A.B.L." singkatan dari Ambar Budi Liorin.

Aint it a beauty?

Bukan bolu, cream tart buatan Nona ternyata terdiri dari whipped cream yang diapit oleh dua buah biskuit, atau short bread, yang diatasnya dihias dengan whipped cream lagi, irisan dark chocolate, potongan buah stroberi, dan gula-gula warna warni. Setiap kue memiliki hiasan yang berbeda, tergantung Nona mau hiasnya bagaimana dan dengan apa. Ada kue yang dia hias dengan french macaroons, marzipan berbentuk bunga, bola-bola coklat, bunga asli tapi nggak bisa dimakan, manisan buah ceri, bahkan whipped cream berwarna merah jambu dan ungu. Pokoknya suka-suka dia! Tapi, hasil akhirnya pun sama cantiknya dan sama enaknya.

Pada hari H-nya, gue dan segerombolan teman-teman gue mendatangi rumah Nona untuk mengambil kue pesanan kami. Memang, sih, Nona juga menyediakan jasa antar kue untuk daerah Serpong dan sekitarnya karena dia berdomisili di Serpong, tapi kami memutuskan untuk mengambil sendiri karena saat itu sudah pukul 10 malam.

"Kak, aku juga buatin kuenya buat Kakak biar Kakak bisa icip," ucap Nona. Senangnya bukan main! Gue kecipratan cream tart mungil berbentuk bulat yang berhiaskan sama persis seperti cream tart A.B.L. yang gue pesan untuk Ambar. Sempat khawatir whipped cream-nya akan meleleh ketika ditinggal di mobil yang panas dan baru dimasukkan ke dalam kulkas beberapa jam kemudian sesampainya gue di rumah, tapi ternyata kuenya baik-baik aja, tuh. Whipped cream-nya nggak meleleh, hanya jadi agak kempes sedikit aja dan warna warni dari gulanya mulai luntur. Other than that, the cake was fine.  


From left to right: Anggita, Ambar, and Kinan (Me)

Singkat cerita, kejutan untuk Ambar berhasil. Kejutannya nggak mewah, hanya beberapa sahabat dekat dan keluarga dengan beberapa kado kecil dan kue. Tapi, Ambar yang sama sekali nggak menduga akan dikejutkan senangnya bukan main. Lilin ditiup, kue dipotong, susu diminum, pizza dimakan, dan kado dibuka. Everybody was, and still is, happy. 

Mengenai kuenya itu sendiri, karena gue kebagian satu untuk di bawa pulang dan juga udah sempat nyicip sepotong di rumah Ambar, rasanya enak dan nggak membuat gue merasa mual. Biskuit, atau short bread, nya adalah bagian yang paling gue suka dari kue tersebut. Rasanya gurih dan renyah, dan meskipun kue jatah gue udah sempat bermalam di dalam kulkas, teksturnya tetap renyah, tapi nggak gampang rontok seperti biskuit kalau diremukin. Persis seperti rasa short bread merek Walkers! Manis dari whipped cream-nya pun nggak terlalu manis dan nggak bikin mual meskipun dimakan banyak. Ada rasa gula yang kuat di dalam whipped cream-nya, yang Ibu gue duga adalah perasa vanili, tapi untuk gue lebih seperti bagaimana rasa gula kalau dibakar sampai meleleh. Potongan buah stroberinya menjadi penetral rasa manis dan kenyang, sehingga gue tetap bisa melahap potong demi potong sampai akhirnya habis. Nggak, kok, nggak gue makan sendiri. Makannya bagi-bagi juga dengan Bapak dan Ibu, hihihi. 



Roo Bake 
Instagram: @roobake.id

Contact:
+62 878 7109 6568

Saturday, August 18, 2018

Homemade Energy Bars

Beberapa bulan yang lalu, saat gue lagi getol-getolnya ngurangin makan demi mengurangi berat badan, gue menemukan resep cemilan anti karbohidrat dan anti gula yang cocok banget untuk dikonsumsi kaum-kaum hawa yang kebelet kurus secara instan. Hanya bermodalkan kurma dan kacang-kacangan, cemilan ini dengan mudahnya bisa kita buat dan dikonsumsi untuk mengganjal perut yang keroncongan. Mau makan 10 buah pun rasanya nggak sedosa kalau dibandingin dengan kita nyemilin es krim Aice yang harganya cuma Rp2000,00 itu.

Bahan yang kalian butuhkan hanyalah kurma dan kacang. Terserah kacangnya mau berapa banyak dan berapa macam. Karena gue bukan pakar gizi, asal nggak mengandung karbohidrat dan gula bohongan, gue nggak menakar seberapa banyak kadar kalori dalam cemilan sehat ini.


Cara membuatnya terlampau gampang. Masukkan kurma ke dalam food processor dan lumatkan sampai teksturnya mirip seperti adonan kue kering. Masukkan kacang-kacangan ke dalam kurma yang sudah halus dan aduk sampai merata. Adonan ini, nantinya, akan kalian bentuk. Suka-suka kalian mau dibentuk seperti apa. Bulat boleh, pipih juga oke, atau mau diratakan di loyang menjadi satu potong energy bar besar pun boleh. Pokoknya sesuai selera gigitan masing-masing.

Kalau gue, waktu itu, gue buat menjadi bola-bola kecil lalu gue pipihkan. Kemudian, gue bungkus dengan baking paper, atau kalau orang di pasar ngertinya kertas roti, supaya nggak nempel satu sama lain saat gue simpan di tupperware. Iya, adonan ini bakal lengket banget. Gue saranin, kalau kalian males tangan kalian lengkat, ngebentuknya pakai sendok aja.


Kalian ngerti lah, ya, rasa kurma bagaimana, jadi nggak perlu gue jelasin juga rasa energy bar ini seperti apa. Manis dari kurmanya itu memberikan gue energi tambahan di saat gue lagi lemas-lemasnya, sementara kacangnya bisa menjadi sumber protein nabati dan enak aja saat dikunyah. Daripada jajan jajanan yang kandungan karbohidrat, gula, dan kalorinya nggak bersahabat, mendingan kita bikin kunyahan sendiri yang udah pasti terjamin kesehatannya. Betul, kan? 

Friday, August 17, 2018

See You, Bella

I’ve been enjoying myself these past three months I almost lost myself to this newly developed alter ego of mine. She goes by the name Bella, a very strong woman who doesn’t give any care about anything other than her parents and her happiness. She does what she needs to do to make herself happy, even if it means unfollowing some Instagram accounts that don’t suit her aesthetic palate and cutting off toxic people in her life. She is wild and free-spirited. A very determined fellow that won’t stop trying before she gets what she aimed, one of it being skinnier. 

My go-to salad

Yes, I’ve been very cruel to my body. I ate one meal a day, drank black coffee and smoke some cigarettes whenever I feel hungry, cut all carbs and excessive sugar intake, and work-the-hell-out of my month of June. I managed to drop to 57Kg, which is an amazing achievement after a drastic gain of weight during my line training last year. I could finally fit into my old dresses, which made me very happy. 

During these months of hell, I mostly cook my meal. Even if I had to buy my lunch, I managed to get me Tous les Jours’ Cajun Chicken Salad every. single. time. Tofu and tempeh are my daily staples, with some soup along the way whenever I have extra time to spare. I’m well aware by the fact that, with my current allowance, I’m able to go for take-outs everyday if I want to, but I chose not to. Cooking my own meal helped me to control what I eat, as well as saving money for me to spend on a trip to Narita, Japan. 

Clear soup vegetable ala me
Some oseng tempe and fried tofu




A plate of stir-fried stuff
Another stir-fried stuff, but the uglier version























I got all of the recipe I used from my Mom, who is the cook I look up to in the culinary world. I’m used to watching her dice up some garlic and put a bucketful of ingredient on a wok to make a delicious stir-fried vegetables, so cooking is not that alien for me. Most days, I settle with oseng tempe and clear vegetable soup. But, there are days when I feel like experimenting with other plant-based ingredients I bought at Superindo. 

Bella, you see, was not satisfied when she reached 57Kg. She was happy, but she thought she can do more. She wanted to lose more weight. She wanted a body that she thought people would want. She wanted people to see her as a 9. She wanted to be wanted. "Being skinny is not enough," she thought, so, after she got her blessing from Dad to dye her hair, she did. An aquatic blue ombre that reminds her of Sailor Neptune from an old anime called Sailor Moon. Followed by a series of short denims and cropped tops, she showed the world how she bloomed into this wild and beautiful orchid after years being caged and not having any option to grow. She’s happy. I’m happy.

Boiled some chopped carrots because I didn't feel like cooking

Being happy is always a good thing. But, in my case, I had to slow down a bit because of how overwhelming it was. I was too focused on making myself happy, I got way too comfortable with myself being happy by myself only. So, here I am, back doing what I love and what gives me sanity: writing and eating. I managed to eat like how I used to eat these past two weeks and a gained three kilos of fat already. I know I'm not being healthy, and I'm being very anxious with this whole weight gain thing, but Bella does no good to my body. I need to change my mindset from wanting to be skinny to wanting to be healthy. It sure will take time. I just hope Bella won't comeback for now. 


P.S. Pardon the vertical pictures. I was focussing a wee bit too much on my Instastory feeds, so I took pictures mostly in vertical.